Berita PKS

PKS Tegaskan tak Khawatir dengan Koalisi Besar Poros Jokowi

11 Apr 2018 | 12:54 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail

Jakarta (11/4) - Ketua DPP PKS Almuzzamil Yusuf tidak khawatir dengan makin besarnya koalisi poros pendukung Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang. Itu setelah dua partai disebut-sebut telah merapatkan dukungan mendukung Jokowi.

Menurut Almuzzamil, besarnya dukungan tidak mutlak menentukan kemenangan dalam kontestasi pemilu. Ia mencontohkan dengan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, ketika Gerindra-PKS merupakan koalisi paling sedikit dibandingkan calon lainnya.

"Enggak masalah. Seberapa besar dukungan partai itu tak menentukan. Karena yang lebih menentukan adalah preferensi publik dan kecenderungan publik," ujar Almuzzamil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).

Karena itu, PKS optimistis akan meraih hasil yang diharapkan dalam pilpres 2019 mendatang bersama koalisi dengan Partai Gerindra. Sebab, PKS meyakini banyak masyarakat yang menghendaki kepemimpinan baru.

"Kami optimistis masyarakat dalam survei-survei juga menghendaki kepemimpinan yang baru," ujar anggota Komisi III DPR itu.

Ia menambahkan, meskipun saat ini koalisi PKS dan Gerindra belum juga mendeklarasikan pasangan calonnya, ia optimistis salah satu kadernya dari sembilan nama yang disiapkan PKS akan menjadi pasangan dari koalisi PKS-Gerindra itu.

"Insya Allah terpilih, kami optimistis," ujarnya.

Sebab, saat ini PKS juga masih menunggu Partai Gerindra untuk mematangkan deklarasi terhadap Prabowo Subianto. Sejauh ini, ia mengungkap, dari komunikasi PKS dengan Partai Gerindra, hanya Prabowo calon terkuat yang diusung Gerindra.

Hal itu juga untuk menepis kabar yang mengatakan kemungkinan Prabowo tak akan maju sebagai calon presiden dan mendorong sosok lain. "Sejauh ini firm belum ada nama di luar yang kami dengar selama ini. Pak Prabowo dan Salim Segaf, dua pimpinan yang akan menyelesaikan persoalan capres-cawapres. Namun, kami hormati apa pun keputusan Gerindra sebagaimana kami ingin dihormati juga keputusan kami," kata Almuzzamil.

Sumber: Republika.co.id


Kunjungi Juga