Berita PKS

PKS Soroti Hak Kesehatan dan Pendidikan Terenggut karena Asap

23 Sep 2019 | 14:54 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Ketua DPP PKS, Ledia Hanifa Amaliah

Jakarta (23/09) -- Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa menyoroti keseriusan pemerintah dalam menanggapi masalah bencana Asap Karhutla. Sebab, hingga sekarang masyarakat terdampak dari sisi kesehatan dan macetnya proses pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Ledia Hanifa di Jakarta, Senin (23/09/2019).

"Masalah asap ini sudah memakan banyak korban ya, saya melihat pemerintah belum serius dalam menanggapi masalah mengerikan ini," terang Ledia.

Menurut Ledia, bencana Asap yang melanda Pulau Kalimantan dan Sumatra telah merenggut hak hidup masyarakat terdampak bencana. Diantaranya, menurut Ledia, adalah faktor kesehatan dan pendidikan.

"Kita melihat banyaknya korban yang berjatuhan akibat dari Asap ini, yang mengidap ISPA bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Hak masyarakat untuk mendapatkan udara sehat kan terenggut. Belum lagi aktivitas mereka sehari-hari yang mulai terbatasi. Bagaimana anak-anak akan pergi ke Sekolah jika kabut masih pekat dan membahayakan kesehatan mereka," ungkap Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan dan kesehatan ini.

Ledia juga turut menyoroti program Kementerian Pendidikan yang akan menggelar proses belajar mengajar di tempat yang steril dari Asap dan melakukan proses belajar mengajar melalui virtual.

"Melihat kondisi riil masyarakat program tersebut sepertinya tidak mungkin dilakukan, karena untuk datang ke tempat untuk belajarnya saja mereka harus menembus asap. Kemudian, proses belajar melalui virtual atau grup WA apakah akan efektif ditengah kondisi mereka sekarang? tetap saja mereka akan tidak nyaman, paling yang bisa dilakukan adalah dirumah didampingi oleh orang tua masing-masing," katanya.

Disisi lain Pemerintah harus dapat melakukan tindakan-tindakan hukum yang tegas. Karena menurutnya, masalah kebakaran hutan ini sering terulang di Indonesia.

"Pemerintah harus benar-benar menegakan hukum secara adil dan tegas, menghukum para pelaku. Kan kebakaran hutan ini menjadi bencana dari tahun ke tahun ya, tapi perusahaan yang nyatanya terlibat dalam bencana kebakaran ini tahun lalu dinyatakan tidak bersalah. Kita harus fokus kepada akar masalahnya, pemadaman dan menindak tegas para pelaku," ujarnya.

Penindakan hukum secara tegas kepada para pelaku pembakaran, menurut Ledia selain menjadi sanksi juga akan memberikan dampak jera, "Dengan adanya Undang-undang yang jelas dan hukum yang tegak akan memberikan efek jera kepada perusahaan-perushaan lainnya,".


Berita Terkait