Berita PKS

Hidayat Nur Wahid Ajak Masyarakat Muslim Ikut Pemilu dan Jaga Kesatuan NKRI

11 Feb 2019 | 12:05 WIB

Share: Facebook Twitter WhatsApp Telegram

thumbnail Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS, Hidayat Nur Wahid

Jakarta (11/02) -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid, mengajak umat Islam berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan atau pemilu. Ia mengatakan, ikut memilih dalam pemilu dan tidak menjadi golongan putih atau golput merupakan salah satu bentuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seperti yang dilakukan para ulama dan pejuang muslim pada zaman dahulu yang ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan para penjajah.

"Negara ini lahir berkat perjuangan para ulama dan pejuang-pejuang lainnya, karena itu kita harus jaga agar bisa diwariskan pada generasi yang akan datang," ujar Hidayat.

Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat Tebet, Jakarta Selatan. Acara ini berlangsung di Aula Masjid Al Ikhlas, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (9/2/2019). Sosialisasi bagi masyarakat Tebet itu terlaksana berkat kerja sama MPR dengan Perguruan Silat Gerak Oray Indonesia.

Hidayat mengatakan, bagi masyarakat muslim menjaga keutuhan NKRI sangat penting. Terlebih lagi, saat ini banyak anggota masyarakat yang mengalami ketakutan, seperti takut terhadap takbir. Padahal, setiap hari umat Islam mengumandangkan azan sebanyak lima kali. Selain itu, pada zaman perjuangan, takbir merupakan penyemangat bagi pejuang untuk terus maju, tanpa rasa takut.

"Banyak yang masih salah mengartikan takbir. Padahal, dulu Bung Tomo mengumandangkan takbir untuk memberi semangat kepada para pejuang agar tak gentar menuju medan laga," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hidayat juga mengingatkan agar umat Islam senantiasa menjaga persatuan. Jangan sampai terpecah belah, seperti negara Uni Soviet. Kebhinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah anugerah dan itu harus disyukuri dengan cara menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.