Berita PKS

Elektabilitas PKS Terus Naik Karena Kepercayaan Publik

08 Nov 2018 | 15:55 WIB

Share: Facebook Twitter Google+ WhatsApp Telegram

thumbnail Ilustrasi

Jakarta (08/11) -- Kepercayaan publik sebagai partai yang mewakili suara Islam, menjadi alasan elektabilitas PKS di Jawa Barat terus naik jelang Pemilu 2019.

Berbeda dengan Partai Gerindra dan PDIP, tingkat elektabilitasnya naik karena pengaruh efek ekor jas (coat-tail effect) dari sosok Prabowo Subianto serta Joko Widodo.

“Pemilih kultural tradisional Islam cenderung ke PKB, sementara pemilih Islam modern bukan ke PPP tapi beralih ke PKS.

Ini yang menarik, peta politik di Jabar akan mempengaruhi perolehan suara PKS di nasional,” tandas Ketua Bappilu DPW PKS Jawa Barat, Choiruman J Putro kepada RMOLJabar (grup koran ini), Rabu (7/11).

Menurutnya, PKS yang memiliki basis konstituen terbesar di Jawa Barat akan memaksimalkan kondisi politik seperti ini.

Narasi keislaman didukung program kerakyatan akan dikemas menjadi positioning PKS, begitu juga sebagai partai Islam tidak akan dilepas.

“Ini menjadi tantangan terbesar bagi partai yang tidak mengusung calonnya di Pilpres. Sehingga PKS mendapatkan segmen ceruk perluasannya di Jabar sebagai partai basis Islam ketiga, sesudah Gerindra dan Golkar,” pungkasnya.

Seperti diketahui dari hasil survei LSI Denny JA pertempuran partai politik di Jawa Barat, elektabilitas PKS 6,0 persen. Sedangkan hasil survei Indopolling Network, elektabilitas partai besutan Sohibul Iman 5,8 persen di Jabar.

Sumber: radarsukabumi.com

Berita Terkait