Bicara di Kongres Umat Islam VII, Presiden PKS Beri Dua Solusi Permasalahan Umat

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menjadi narasumber dalam Kongres Umat Islam VII di Pangkal Pinang, Kamis (27/2/2020).
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menjadi narasumber dalam Kongres Umat Islam VII di Pangkal Pinang, Kamis (27/2/2020).

Pangkal Pinang (27/2) - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memberikan solusi atas dua kendala besar yakni kendala struktural dan kendala kultural yang dialami oleh umat saat ini. Solusi itu disampaikan dalam Kongres Umat Islam VII Majelis Ulama Indonesia.

Kendala struktural, menurut Sohibul, adalah kendala yang tercipta karena sistem politik di negeri kita yang menyulitkan karena ada semacam entry barrier bagi umat Islam untuk masuk ke dalam kekuasaan.

"Sistem politik ini yang harus kita dobrak. Inilah yang harus kita ubah. Yang paling nyata menghalangi kita adalah high cost politic. Politik yang sangat mahal di negeri ini," kata dia di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (27/2/2020).

Ia menegaskan bahwa PKS berjuang terus menerus agar ongkos politik menjadi lebih murah. Sehingga umat yang mempunyai kredibilitas, kompetensi, bisa dengan mudah masuk sirkulasi kekuasaan.

"Kalau kondisinya seperti ini terus (high cost politic) umat ini akan terkena barrier terus. Nah Inilah yang terus kami perjuangkan ongkos politik menjadi lebih murah dengan cara bagaimana pemerintah memberikan bantuan melalui APBN untuk pengelolaan partai politik dan juga
proses kontestasi politik," ujar dia.

Yang kedua adalah kendala kultural. Yaitu masih ada sebagian dari kita yang merasa belum memiliki negeri ini.

"Bagaimana kita harus memperjuangkan apa yang inginkan negeri ini. Masih ada yang cuek dengan urusan politik. Harus ada upaya dari kita untuk melakukan penyadaran terhadap politik. Bagaimana menyiapkan tokoh-tokoh yang akan diterjunkan ke dalam kancah perpolitikan di negeri ini," pungkas dia.